Beberapa member arisan berantai Mavrodi Mondial Moneybox atau Manusia Membantu Manusia (MMM) di Surabaya mulai ancang-ancang menempuh jalur hukum, dengan melaporkannya ke kepolisian.
Mereka merasa tertipu karena uang yang disetorkan ke sistem MMM tak kunjung kembali.
Hal ini dikatakan pengacara Muhammad Sholeh, pengacara muda Surabaya yang mengaku sudah didatangi beberapa member MMM.
“Ada beberapa yang datang untuk konsultasi apakah ada unsur pidana dalam praktik MMM di Indonesia. Awalnya saya tidak mengambil kesimpulan. Para partisipan ini saya suruh presentasi bagaimana cara kerja MMM, kemudian saya perdalam modus-modusnya,” kata Sholeh, Kamis (4/9/2014).
Dari kacamata Sholeh, ada celah hukum yang bisa ditempuh para partisipan yang merasa dirugikan.
Mereka merasa tertipu karena uang yang disetorkan ke sistem MMM tak kunjung kembali.
Hal ini dikatakan pengacara Muhammad Sholeh, pengacara muda Surabaya yang mengaku sudah didatangi beberapa member MMM.
“Ada beberapa yang datang untuk konsultasi apakah ada unsur pidana dalam praktik MMM di Indonesia. Awalnya saya tidak mengambil kesimpulan. Para partisipan ini saya suruh presentasi bagaimana cara kerja MMM, kemudian saya perdalam modus-modusnya,” kata Sholeh, Kamis (4/9/2014).
Dari kacamata Sholeh, ada celah hukum yang bisa ditempuh para partisipan yang merasa dirugikan.

